Fitrie’s Weblog


>Musim Hujan Musim Demam Berdarah
February 4, 2011, 1:47 pm
Filed under: Uncategorized

>

Musim sekarang ini sudah semakin gak jelas musimnya. Namun udah beberapa bulan ini Jakarta sering banget dilanda hujan. Nah dengan seringnya musim hujan juga merupakan musim penyakit, terutama musim penyakit Demam Berdarah. Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Nama nyamuknya keren tidak sekeren efeknya. 
Gejala Awal orang terkena Demam Berdarah adalah :
  • Mendadak Panas tinggi selama 2 hari sampai 7 hari serta lemas dan lesu, biasanya si penderita gak bergairah maunya tidur terus. 
  • Ulu hati terasa nyeri dan sakit.
  • Yang jelas terlihat adalah ada bintik-bintik merah ditubuh.
Sebagai pertolongan pertama adalah beri segera cairan elektrolit atau banyak minum, kompres dengan air hangat dan beri obat penurun panas yang aman (seperti parasetamol atau achetaminophen).
Gejala lanjutnya adalah :
  • Bila sudah parah penderita biasanya gelisah tangan dan kakinya berkeringat dan dingin,
  • Terjadi perdarahan seperti mimisan
  • Bisa juga terjadi muntah dan pup berdarah
Bila sudah terjadi seperti ini sebaiknya segera bawa ke rumah sakit untuk diopname. Jangan sampai terlambat. Konsumsi cairan elektrolit sangat penting bagi penderita DBD, untuk mencegah terjadinya pecah pembuluh darah. Bila masih gejala awal penderita tidak perlu diopname, cukup istirahat dirumah, banyak minum dan obat penurun panas. Tapi bila berlanjut menjadi gejala yang lebih parah, harus segera dibawa ke rumah sakit.
Cara tepat untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti adalah memberantas jentik-jentiknya di tempat berkembang biaknya. Cara ini dikenal sebagai “Gerakan 3M”
Oleh karena tempat-tempat berkembang biaknya terdapat di rumah-rumah dan tempat-tempat umum, maka setiap keluarga harus melaksanakan “3M” secara teratur sekuang-kurangnya seminggu sekali.
Bagaimana Cara melaksanakan “3M” ?
Untuk mencehan penyakit DBD setiap keluarga dianjurkan untuk melaksanakan “3M” di rumah dan halaman masing-masing dengan melibatkan seluruh keluarga, dengan cara sebagai berikut :
  1. Menguras bak mandi sekurang-kurangnya 1 minggu sekali
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air
  3. Mengganti air Vas bunga/tanaman air seminggu sekali
  4. Mengganti air tempat minum burung
  5. Menimbun barang-barang bekas yang dapat menampung air
  6. Menabur bubuk abete atau altosid pada tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras atau di daerah yang air bersih sulit didapat, sehingga perlu penampungan air hujan
  7. Memelihara ikan di tempat-tempat penampungan air.
  8. Pengasapan, untuk membasmi nyamuk dewasa, walaupun sebenarnya hasilnya kurang efektif. Jika terpaksa harus melakukan pengasapan sebaiknya pada pagi hari, saat angin belum banyak bertiup, dan jangan dilakukan berulang-ulang. Pengasapan yang dilakukan secara berulang-ulang dapat mengganggu keseimbangan ekologi, termasuk meningkatkan kekebalan nyamuk tersebut.
  9. Uasahakan memasang kelambu disaat tidur, yah benar kata orang orang tua kita dulu, tempat tidur tuh sebaiknya berkelambu ya ternyata memang untuk mencegah nyamuk menggigit kita saat tidur, terutama tidur siang.
  10. Menggunakan kasa nyamuk disetiap ventilasi rumah mencegah masuknya nyamuk.
  11. Hilangkan kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Menjaga Kebersihan juga bermanfaat guna mencegah demam berdarah. Bersih itu sehat kan….
 
Diambil dari berbagai sumber : 

http://tonosaur.blogdetik.com
http://www.dinkes-kabtangerang.go.id
http://martiningsih.blogspot.com/


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.